Dari : www.depperin.go.id
Pemerintah menargetkan pemanfaatan sel surya untuk pembangkit listrik pada 2025 nanti mencapai 800 MW. Dengan kondisi kapasitas sel surya terpasang saat ini hanya 10 MW, target tersebut dianggap terlampau ambisius, apalagi sampai sekarang tidak ditopang industri sendiri yang menghasilkan bahan perlengkapan sel surya. ”Dengan target ambisius seperti itu, semestinya setiap tahun pemerintah mampu menargetkan penginstalan sel surya dengan kapasitas 40 megawatt. Kalau ada jaminan kelangsungan dari pemerintah hingga 2025 nanti, kondisi ini sebenarnya bisa meyakinkan investor untuk membuat industri sel surya,” kata Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi pada Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) Arya Rezavidi, Rabu (16/1), di Jakarta.
Menurut Arya, pemerintah pada tahun 2008 sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sel surya di daerah-daerah terpencil. Alokasi itu terbagi di kantor Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal mencapai Rp 180 miliar, sedangkan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mencapai Rp 400 miliar.
Dari sejumlah alokasi dana tersebut, lanjut Arya, sebetulnya mampu merangsang investor untuk memproduksi sel surya di Indonesia. Selain didukung bahan baku seperti silikon yang berlimpah di Indonesia, industri sel surya turut menciptakan lapangan kerja dan memiliki prospek usaha sumber enenrgi terbarukan yang makin diminati di seluruh dunia.
”Untuk merangsang investor mau memproduksi sel surya di Indonesia, pemerintah cukup menjaga kelangsungan alokasi anggaran setiap tahunnya mencapai minimal seperti tahun 2008 ini,” kata Arya.
Sumber : http://www.depperin.go.id/ind/publikasi/berita_psb/2008/2008420.HTM



Februari 10, 2008 pukul 9:44 pm |
Pak Adhi, salam kenal. Tadi iseng memasukkan kata “sel surya” di om google, dan nyangkut di blog Pak Adhi
Saya ihsan, skr lagi master thn akhir di Konagai-Yamada Lab, Tokyo Inst. of Technology. Kebetulan saya skr lagi riset tentang Silicon Based Thin Film Solar cells sejak S1 tingkat 4. Senang sekali bisa ketemu rekan sebangsa yg juga lagi riset tentang solar cells
Februari 10, 2008 pukul 10:19 pm |
Salam Mas Ihsan… ah apa ya panggilannya.
Wah di TITech ya… sip sip.
Saya cuma neliti bidang chalcopyrite CuInSe-based thin film solar cell…
akan sangat baik jika Mas Ihsan juga buat ttg silicon thin film solar cells di Blog -nya.
Saya yakin itu akan berguna bagi rekan2 yg berminat menggeluti bidang ini.. apalagi jika bisa jadi rujukan tambahan buat ilmu sel surya di tanah air.
Wah, professor di lab sana kayaknya jadi selebritis di bidang silicon thin film solar cell yah….hehe
Februari 11, 2008 pukul 6:30 pm |
dipanggil mas Ihsan jg boleh, dipanggil Ihsan aja apa lagi.
iya Pak. Saya di Titech. wah, pak Adhi ngerjain CIS yah. kebetulan di lab saya jg ada grup yg ngerjain CIGS. CIGS menarik jg ya pak, effisiensinya msh yg tertinggi dari sekian banyak alternatif thin film solar cells. bikin pake apa pak?
btw, di PVSEC-17 kmrn saya lihat nama orang Indonesia dari Korea, itu papernya Pak Adhi yah? Jujur aja, setiap ikut conference tentang PV n renewable energy, saya selalu “iseng” tuk nyari nama2 Indonesia, tp sampai masih belum pernah ketemu langsung
nulis solar cells di blog? Hm… mudah2an bisa suatu saat. Blog saya isinya sampah semua euy. mudah2an suatu saat bisa bikin kayak blog Pak Adhi ini. hehehe
Februari 11, 2008 pukul 7:51 pm |
Yang meneliti sel surya apa pun jenisnya cukup banyak di Indonesia. Juga ketika mereka menjadi mahasiswa di luar negeri. Mgkn persoalannya ada pada aktifitas pasca sekolah (ketika kembali ke tanah air) yang mgkn terpaksa tidak menekuni kembali penelitian sel surya,.. atau ya, mgkn ada namun tidak terpublikasi atau tidak ikut konferensi.
Ya kmrn saya ikut PVSEC 17 Fukuoka… alhamdulillah. Waktu yg di Shanghai PVSEC 15 juga ikutan.
Ya wes… saya tunggu tuh blog sel surya nya hehehe
Februari 13, 2008 pukul 5:35 pm |
oh, berarti bener itu paper Pak Adhi. sayang sekali gak ketemu waktu itu.
Mudah2an suatu saat kita ketemu di conf. yang lain. Mei ini insya allah saya ikut IEEE PVSC yg di San Diego. Datang kan, Pak? Pengen belajar banyak ama senior nih. hehee
blog sel surya?? wah… amiin
Februari 20, 2008 pukul 10:38 pm |
halo mas adhi salam kenal.. saya.. edo dengan temen2 lagi mau pengmbangan tentang solar cell.. klo boleh saya minta kontaknya.. saya pengen nanya perbandingan harga listrik PLN dengan Listrik yang di hasil kan oleh solar cell.. maklum mas.. masih pemula..
mohon info dan masukkannya bisa bales ke email saya
villahadis@yahoo.com atau edo.rinaldo@genius.co.id
terimakasih mas.. ditunggu masukkannya
April 15, 2009 pukul 8:46 pm |
loha …
kalo solar cell itu bisa dihibrid dengan yang lain ga ?
misal dengan kincir angin … ?