Berharap pada energi bersih

Desember 12, 2008

Ada yang unik dari sebuah berita CNN beberapa waktu yang lalu terkait dengan rencana bail out para raksasa industri otomotif AS –the big three, GM, Chrysler dan Ford. Pada saat para bos ketiga industri tersebut dating ke Senat AS untk menghadiri tesimony (semacam dengar pendapat), dengan sangat demonstratif mereka datang dengan mengendarai mobil konsep SUV yang menggunakan sel bakar (fuel cell). Ada pesan dan fenomena tertentu yang menarik untuk ditangkap dibalik “aksi” ini. Baca entri selengkapnya »


Menanti program insentif pemerintah dalam memasyarakatkan sel surya (Bagian 2-Habis)

Januari 14, 2008

Pemerintah dalam kaitannya dengan usaha penekanan harga sel surya dapat mengadopsi dengan sedikit penyesuaian beberapa langkah umum yang terbukti jitu dalam mengatasi harga sel surya yang dirasakan mahal. Ke depannya, harga sel surya diproyeksikan mendekati US$ 1/ Watt agar penetrasi sel surya ke masyarakat jauh lebih dalam, baik dengan program insentif maupun dengan meningkatkan jumlah produksi sel surya serta memacu efisiensi dengan aktifitas riset. Baca entri selengkapnya »


Menanti program insentif pemerintah dalam memasyarakatkan sel surya (Bagian 1)

Januari 9, 2008

Ada fakta menarik dari industri sel surya dunia. Sejak tahun 1995 – 2001, terjadi lonjakan pertumbuhan produksi sel surya dunia sebesar 33% per tahun hingga saat ini, sehinga menjadikan sel surya sebagai industri energi terbaharukan yang paling pesat perkembangannya [1]. Pada tahun 2006, modul surya dengan total daya 2.4 Giga-Watts (2400 MW) dengan pangsa pasar sebesar US$ 8 Milyar telah dipasarkan di seluruh dunia dengan proyeksi total pemasaran sebesar 5-6 Giga-Watts pada 2010 nanti [2]. Meski harga sel surya dunia masih berkisar US$ 3-5/Watt (belum dengan perangkat pelengkapnya), masih sangat mahal dibandingkan dengan output daya yang dihasilkan, namun hal tersebut agaknya tidak menghalangi penerimaan masyarakat dunia dalam memakai produk ini. Baca entri selengkapnya »


Ramai-ramai membangun hunian swadaya energi

Mei 16, 2007

Di beberapa negara, tidak ketinggalan Korea Selatan, implementasi dari konsep energi hijau nan terbaharukan tengah menunjukkan hasilnya. Dengan mengambil asusmsi bahwa di masa depan bahan bakar fosil akan habis, naiknya permintaan energi, isu lingkungan hidup yang menyertai pendirian pembangkit nuklir yang beresiko dan berlimbah serta pencarian bentuk energi yang dapat menopang peradaban manusia seabadi mungkin tanpa dibarengi dengan potensi destruktf terhadap alam, maka energi hijau nan terbaharukan menjadi sebuah keniscayaan. Isu energi hijau menjadi sebuah isu penting manakalah orientasi warisan kepada anak cucu dan generasi mendatang menjadi acuan terlebih mengingat kehancuran lingkungan yang mengganas akhir-akhir ini. Melalui konsep energi hijau nan terbaharukan ini, ungkapan bahwa “negeri ini bukan warisan nenek moyang, namun merupakan titipan anak cucu kita” dapat dipahami. Baca entri selengkapnya »


Energi alternatif dalam perspektif kesalingtergantungan

Mei 4, 2007

Saya tidak yakin jika isu maupun pemanfaatan energi alternatif akan berjalan sendiri-sendiri layaknya energi konvensional saat ini. Karena hampr semua energi alternatif ternyata menyimpan kekhasan tersendiri yang berujung pada dua sisi yang sejatinya bertolak belakang; kompetisi antarenergi alternatif di satu sisi, sedangkan di sisi lain adanya saling ketergantungan antara satu dengan energi alternatif lainnya. Kedua sisi ini menuntut sebuah ‚keberpihakan’ penggiat dan peneliti energi alternatif; berpandangan bahwa energi yang satu musti mendominasi energi alternatif lain ataukah lebih berpandangan pada energi alternatif yang saling melengkapi dan saling ketergantungan. Baca entri selengkapnya »


Paradigma kita dalam memandang alam

April 30, 2007

Masih ada yang masyarakat yang memegang paradigma “menaklukan alam” di mana manusia menunjukkan superioritasnya atas alam. Alam dijadikan objek yang harus ditundukkan sesuai dengan keinginan manusia. Belakangan paradigma ini berubah –atau diubah- setelah munculnya banyak kritik atas paradigma lama yang cenderung kapitalis tersebut. (A. Mahzar, 2002). Kritik yang muncul karena adanya keprihatinan atas kerusakan alam; emisi CO2 yang memunculkan efek rumah kaca dan naiknya permukaan laut, polusi, serta kerusakan hebat di hutan tropis yang memusnahkan banyak spesies hewan dan tumbuhan dan di sisi lain baik langsung maupun tidak telah mengakibatkan kemiskinan di negara-negara dunia ketiga akibat aliran massif sumber daya alam dari negara dunia ketiga ke negara maju (Murasa, 2004). Baca entri selengkapnya »


Skenario dalam sebuah disaster management : dimanakah sel surya berperan?

April 24, 2007

Bayangkan skenario ini terjadi di masa depan….

Di sebuah provinsi yang tengah giat-giatnya membangun. Segala bentuk infrastruktur dimunculkan untuk menopang kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya. Provinsi ini banjir dengan turis asing maupun lokal dengan obyek pariwisata yang melimpah; gunung, peninggalan berejarah, situs alam, pusat perbelanjaan serta pantai nan elok. Pemerintah provinsi (Pemprov) daerah ini memiliki pemimpin yang bervisi, pegawai pemeritahan yang enerjik, dtopang oleh komponen masyarakat yang cerdas, pekerja keras dan berpengetahuan tinggi. Mengambil pengalaman dari pelajaran dan sejarah daerah tahun-tahun sebelumnya, ia mencanangkan pondasi-podnasi pembangunan segala aspek di segala bidang dengan rinci, detil dan teliti. Baca entri selengkapnya »