Halaman ini saya sediakan khusus untuk saling berbagi informasi tentang dunia sel surya maupun energi surya pada umumnya. Mengingat fasilitas “Comment” saya rasakan kurang mampu memfasilitasi banyaknya respon terhadap Blog ini, maka saya mencoba untuk membuat kolom “Konsultasi”.
Saya pribadi akan sangat berbahagia menerima pertanyaan terkait dengan sel surya baik dari sisi teknologi maupun aplikasinya, masukan ataupun curah gagasan demi meretas jalan penelitian, pengembangan, pemanfaatan dan industrialisasi sel surya di Indonesia. Saya sangat yakin bahwa penelitian dan industrialisasi sel surya di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan di masa depan.



Januari 21, 2008 pukul 4:36 am |
Mas salam kenal, btw udah pernah mengamati behaviour Indium metal setelah di sputter belum? kalo udah boleh donk di share pengalamannya. makasih.
Februari 2, 2008 pukul 1:26 am |
halo mas …. alat nya apa udah ada di indonesia!
n jika dibandingkan dengan sumber energi laennya, yang paling hemat dan menguntung kan yang mana ya……..
Februari 7, 2008 pukul 4:04 pm |
Assalamualaikum…
Ba’da tahmid wa shalawat,
Sharing ide ya Pak…DSSC ini untuk mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik tidak hanya mengandalkan dye saja.Tapi juga thin film dan substrate yang tepat.Mungkin dengan perpaduan yang tepat dari ketiganya(dengan elektrolit juga?) efisiensi dari DSSC ini bisa ditingkatkan.Bagaimana Pak?
Wassalam…
Februari 12, 2008 pukul 3:13 pm |
Thanks a lot
Sukses buat Anda juga
Februari 12, 2008 pukul 4:31 pm |
Assalamu’alaikum wr.wb.
ba’da tahmid dan salam
mas adhi yang di rahmati Allah SWT. saya reporter dari Majalah Pabelan Lembaga Pers mahasiswa Pabelan, Universitas Muhammadiyyah Surakarta. meminta kesediaan mas adi untuk dapat menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan sel surya yang akan kami muat dalam rubrikasi kami.
1. seberapa besar potensi yang dimiliki oleh negara kit auntuk mengembangkan teknologi sell surya untuk kebutuhan skala rumahtangga?
2. untuk dapat beroperasi, sarana pendukung apa saja yang dibutuhkan? rangkaian dan cara kerjanya bagaimana?
3. berapa kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk kesemuanya itu?
4. dalam hal perawatan, apa saja yang perlu diperhatikan?
mungkin ini pertanyaan dari kami, besar harapan kami untuk mendapatkan bantuan dari mas.
atas kesediaannya kami haturkan banyak-banyak terima kasih.
Jazakallah khairul jaza’
wassalamu’alaikum wr.wb.
Maret 16, 2008 pukul 3:56 pm |
Assalamu’alaikum Wr Wb,
bukan dalam rangka konsultasi niy Kak,
saya mau mengapresiasi blog yang unik ini tapi nda tau dimana..
hehe..
ya beginilah kalo ilmuwan yang mantan wartawan… atau masih ya..?
jarang sekali ilmuwan kita yang mampu mengungkapkan bahasa ilmiah menjadi bahasa yang renyah dan penuh gizi..
Yang ada juga wartawan yang mencoba menuliskan hal-hal ilmiah seperti iptek populer di kompas atau JP, tapi tetep.. gregetnya kurang, untuk konsumsi mahasiswa yang calon ilmuwan ato mereka yang sudah jadi ilmuwan ya jelas nda cukup…
Yang jelas, blog ini pun oke juga dibaca non ilmuwan, lumayan nyambung-lah, bahasanya padat tapi sederhana,
Bravo Kak Adhi,
Keep on fightin’!
Maret 24, 2008 pukul 4:57 pm |
Assalamu alaykum, wr. wb,
Semoga yang telah diberikan dan dilakoni bisa menjadi Ladang Amal buat mas Adhie, amien. Krn menurut sy aplikasi PV adalah wujud syukur kita pd Ilahi Rabbi.
Mohon info lanjut seputar perkembangan Aplikasi PV Surya, krn sy ingin sosialisasi dan diseminasi di Balikpapan sekitar. Vivat Energi Terbarukan.
Wassalam,
Ekaputra
April 6, 2008 pukul 12:37 pm |
Assalamu alaikum wr wb …..Semoga mas Adhi lancar-lancar aja studi dan riset-nya di negeri Ginseng ..amin. Mo nanya? Apa betul pasir kwarsa dg kandungan SiO2 bisa buat bahn baku silicon?Krn kbtulan di sekitar daerah sy ada jenis pasir tsb. Mohon acuan dan arahannya, terima kasih.
April 8, 2008 pukul 12:19 pm |
Assalamualaikum wr. wb.
mau nanya nih, saya mau tahu tentang recharge battery controller-nya? gimana nih? ada yang tahu?
sirkuitnya?
April 19, 2008 pukul 7:40 am |
mas, saya fahmi dari dpartemen fisika UNS solo.masih mahasiswa baru, jadi masih newbie. heee..
ada yang mau ditanyakan, klo pembangkit dari senergi surya kan mahal, tapi apakah energi output nya konstant?
berhubung sinar matahari yang datang gak bisa konstan..
terus, bagaimana rumus/formula energi nya?
apa bisa energi surya ini dimanfaatkan untuk desalination?
karena desalination plant kan biasanya ada di shore,yang biasanya suhunya panas banget..
klo bisa, dijawab di emailku di sandrock_forsaken@yahoo.co.id
makasih mas..
April 22, 2008 pukul 7:57 pm |
Assalamualaikum..
permisi saya mau tanya nich..
apakah bisa TAMIYA atau mobil radio kontrol menggunakan tenaga surya…
jika bisa apa saja yang di perlukan untuk dapat mengaplikasikannya..
trus berapa daya yang dibutuhkan untuk menjalankan motor listriknya..
mohon jawabannya karena saya sedang mengambil SKRIPSI tentang tenaga surya dan referensi yang saya dapatkan masih sangatlah minim..
jadi sekali lagi saya mohon bantuannya..
oh ya jika ada yang tau mengenai pertanyaan saya diatas bisa dikirimkan ke noefh09@yahoo.com
sekali lagi terima kasih banyak..
Wassalamualaikum…
Mei 4, 2008 pukul 1:16 pm |
salam sejahtera mas,
saya berdomisili di jakarta timur. rumah saya saat ini menggunakan daya listrik PLN 2200 watt dan saat ini saya ingin separuh kapasitas terpasang menggunakan energi surya (sekitar 1100watt). dimana saya dapat membeli (terima beres) instalasi listrik surya tersebut di indonesia dan apakah bisa digunakan sehari-hari dengan charging time yang tidak terlampau lama (kurang lebih 2 atau 3 jam untuk 12 jam pemakaian)?maaf saya kurang paham teknis namun sangat ingin mengurangi fix cost. terima kasih banyak atas perhatian dan tanggapan. (ismail)
Mei 5, 2008 pukul 9:12 pm |
Assalamu alaikum wr wb,
Semoga mas Adhie tambah semangat Riset dan studinya, krn di Tanah Air seorang Ibu Ika peneliti senior LIPI dg Solar Cellnya, membahasakan “GAGAL ” komersialkan risetnya. Krn merasa jalan ditempat dan kurang dukungan terutama utk fasilitas perlengkapan. Salah satunya yang ‘hanya’ bernilai Satu Juta Dollar (he…he)ketawa prihatin?. Sekarang dkk malah beralih ke Fuel Cell (Hidrogen). Gak kayak Sir Thomas Alva Edison ya mas Edhi, yg kalo ‘give up’ dilangkah 1000 kan lain sejarahnya…(he…he). Berita lengkap di Kompas.com dan atau diskusi di milis METI. Maju terus mas Edhi,..vivat sumber energi terbarukan.
Salam,
Ekaputra
Mei 6, 2008 pukul 5:03 am |
aslkm.

hemm, kutemukan lagi blog yg hidup dan menghidupkan
-
Mas Adhi, perkenalkan sy mahasiswa tkt akhir (bid energy) yang ‘frustasi’ sama ‘peran’ ku dalam ‘ilmu’.
Mo tanya nie kl boleh, sy yakin ‘inventor’ spt anda fokus pd pengabdian utk ilmu dan umat, tp, kadang perlu sedikit ’show up’ utk menarik ‘investor’ jg..
Mas adhi dah pernah kontak pihak industri ato stakeholder belum sich, biar indonesia jadi lebih sejahtera n punya taring..
Sedikit kegelisahan ku mas : banyak orang yang kredible dalam bidang ini, spt anda (sy pias mengejar ketertinggalan itu) tapi, ko tak ada perubahan signifikan yak, arahnya nda kelihatan, ujung lorong tak kelihatan (ato sy belum tau?! minta petunjuknya dunk). daripada kita terus2an nyalahin ‘pemerintah’ (oh ya, IKLAN, kalo pemilu milih yang peduli thdp iptek yak,he2
-
saran sy pd anda, mgkin di blog ini anda me-list requairement minimal (pendanaan) sebuah sistem produksi dan litbang sel surya (dari teknlgi hulu sd hilir nya). agar para investor ‘yang terbuka hatinya’ bisa kerjasama dengan tujuan ‘mulia’ dan jd kaya.
-
mg sukses broth. jzklh.
Mei 6, 2008 pukul 3:02 pm |
salam kenal,
saya oliver sitompul, mas saat ini saya sedang mengadakan riset akan photovoltaic di indonesia dan modal saya hanya browsing di internet, sedangkan saya membutuhkan paling sedikit data yg akurat mengenai photoviltaic itu sendiri, saya membutuhkan bantuan dari seorang yg bisa saya anggap sebagai TUTOR saya.dengan demikian sekiranya Mas mau untuk menolong saya dalam beberapa pertanyaan yg saya akan ajukan: 1. apakah ada manufacturer photovoltaic di indonesia? dan apakah wafer itu dan apakah ada manufacture untuk wafer di indonesia?.
terima kasih atas perhatiannya, dan saya menyukai blog ini karena banyak informasi yg saya telah dapatkan.
Hormat Saya,
oliver sitompul
Mei 6, 2008 pukul 3:34 pm |
Dear all,
Salam kenal semuanya..
Mohon numpang iklan lowongan utk posisi yg terkait dgn sel surya.
Thanks
TW
URGENTLY REQUIRED
We are a fast growing company inviting professionals to fulfill below challenging positions:
BUSINESS DEVELOPMENT (BD-ST)
- Male/Female, max.35 years old
- Bachelor degree in Electro Engineering/Technical/Geology/Any Majoring
- Experience min.2 years in research & development for SOLAR CELL technology
- Good knowledge in Solar Cell products development and it technology
GENERAL REQUIREMENTS:
● Min. GPA 3,00 ● Computer literate ● Fluency in English
● Strong Analysis ● Good Communication skills ● Good team player ● Self motivated
● Job location in Jakarta
If you are interested in career opportunity with us, please submit your CV/resume, the latest photo, expected salary and put the position you applied as an email subject, before May 10, 2008
Email to:
hrd@k3m.biz
Mei 7, 2008 pukul 2:45 pm |
Ass. Mas Saya SAFRI dari UKM DIMPA Unvi. Muhammadiyah Malang,
pada tangggal 15-17 Mei mau buat pameran teknologi ramah lingkungan yang menggunakan pemanfaatan energi altenatif seperti air matahari dan biodiesel. Tolong bantu saya mencai orang+kayanya yang mau ikut diacara kita. kalau ada yang berminat kontak saya di 0341-464318 sw 146
HP : 081803897075
Trims
Mei 13, 2008 pukul 2:12 pm |
Assalamu alaikum wr wb,
Walau agak telat, saya ‘tempelkan’ komentar Ibu Ika Ismet (sumber Milis METI)I ttg berita ‘Gagal Komersial’ dr Bung Warta Kompas.
” Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada pak Arya Rezavidi yang
> telah meluruskan kepada wartawan Kompas yang menulis “Sel Surya Gagal
> Komersial”. Saya sendiri sungguh kaget membaca judul yang menghebohkan
> ini, yang mengesankan frustasi dan menimbulkan salah interpretasi bahwa
> gagal komersial itu didunia.
> Justru sejak th 2005 sel surya ini booming di seluruh dunia akibat daya
> serap pasar yang sangar besar. Ini dirasakan sendiri oleh PT. LEN
> Industri yang menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pasokan sel surya
> dari sumber2 di LN untuk kebutuhan industri/produksi modul suryanya.
> Demikian juga kami peneliti di bidang proses sel surya merasa kesulitan
> untuk memperoleh wafer Si sebagai bahan substrat untuk proses sel surya.
> Namun pada pertengahan 2006 kondisi ini sudah lancar kembali.
> Walaupun sekitar 4 tahun lagi akan pensiun, saya beserta tim peneliti
> masih bersemangat untuk malanjutkan penelitian sel surya ini. Saat ini
> lagi memikirkan mancari dana untuk menata fasilitas peralatan yang
> tersedia (yang telah berumur 15 – 20 tahun, namun masih berfungsi dengan
> baik) untuk menuju ke peningkatan skala pilot. Juga terpikirkan untuk
> mencoba proses pasivasi dengan alat PECVD pak Eddy Yahya yang ada di ITS
> karena alat tsb bisa dipakai untuk sel berdimensi 10 x 10 cm2.
> Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan efisiensi sel surya secara
> signifikan. Harapannya kegiatan riset ini dapat mendorong pendirian
> industri sel surya berikut industri pendukungnya di DN.
> Namun seperti dilaporkan oleh Ristek dalam “Kebijakan Pembangunan Iptek
> Nasional” (Feb 2003), bahwa sektor industri hanya tertarik untuk
> memanfaatkan riset/ teknologi yang sudah komersial. Oleh karena itu
> kegiatan ini diharapkan dapat memicu percepatan industri sel surya di
> Ind. disamping harus ada political will dari pemerintah, seperti juga
> disinggung oleh Republika (20 juni 2007) bahwa menghadirkan penguasaan
> teknologi maupun fabrikasi sistem PLTS dari hulu hingga hilir bukanlah
> hal mustahil, hanya saja dibutuhkan polical will pemerintah.
> Saya juga merasa tersentak saat membaca tidak ada kemauan pemerintah
> untuk mengaplikasikan sel surya, padahal apa yang saya sampaikan adalah
> dengan market potensial yang begitu besar, sepertinya tidak ada
> koordinasi di antara kementerian terkait (mudah-mudahan dugaan saya
> salah).
> Dan pernyataan Pak Kunaifi betul sekali bahwa RE justru mesti disubsidi.
> Ini mengingat contoh program “One Million Roof” di Jepang yang dimulai
> th 1994. Pada th 1996 program tsb disubsidi oleh pemerintahnya sekitar
> 50% dan th 1997 subsidi tsb dikurangi menjadi 1/3 nya. The European
> Commision th 1997 menyiapkan program “One Million Solar Residential
> System” yang terbagi dua bagian yaitu 500.000 SHS untuk Eropah dan
> 500.000 untuk negara2 berkembang yang disubsidi olehnya. Amerika juga
> mengumumkan target serupa pada th 1997. Dilaporkan oleh Martin Green
> (dari Australia) dalam program ini ketiganya sedang bersaing untuk
> berusaha siapa yang akan menjadi negara pertama yang akan memiliki satu
> juta rumah dengan listrik dari sel surya pada th 2010. Sementara
> kebutuhan sel surya DN hingga th 2010 juga diperkirakan sekitar 50 MWp
> (berarti mencapai 1 juta rumah untuk SHS 50 Wp, padahal dari laporan
> DJLTE sekarang baru mencapai sekitar 8-9 MWp).
> Seperti dimaklumi bahwa anggaran untuk penelitian tidak diperbolehkan
> untuk membeli peralatan. Dalam hal ini saya jadi tertarik dengan tawaran
> dari Pak Ishom barangkali saya bisa membantu Bpk membuat proposal guna
> pengembangan ET/sel surya.
> Demikian, dan terima kasih kepada METI yang telah memungkinkan saya
> untuk curhat.
>
> Wassalam,
>
> Ika Ismet
Mei 13, 2008 pukul 8:58 pm |
Betul mas Adhi, sst yg kebanyakan atau berlebihan tidak baik. Mis angin dibadan bikin masuk angin jd repot he..he. Hikmah buat kita, harus selalu ricek & konfirmasi (tabayyun ya) jika terima’ berita miring’. Moga lancar riset & studinya mas Adhi, wassalam.
Mei 26, 2008 pukul 4:58 pm |
Assalamu’alaikum wr. wb
p’ adhi yth, ada beberapa hal yang ingin saya konsultasikan;
1. Adakah supplier/perusahaan penjual solar cell dan mohon informasinya
2. Seberapa besar efektifitas solar cell sampai saat ini
3. Faktor negatif apa saja yang dapat mengurangi efisiensi solar cell
Demikian, atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
legawa
Juni 9, 2008 pukul 4:12 pm |
assalmu’alaikum pak
saya mau tanya nih,
misal 20 tahun lagi sebagian besar mausia telah memanfaatkan sel surya, apakah ada sisi negatifnya? Apakah mempengaruhi energi yang diperlukan bumi dari matahari?
sekian dulu pertanyaan dari saya..
mohon jawabannya.. terimakasih banyak
Kalau ada kesempatan tolong jawaban dkirim lewat email saya…
Juli 2, 2008 pukul 11:45 am |
Assalamualaikum, Wr. Wb
Ba’da Tahmid dan Sholawat
Salam kenal Pak Adhi…..
Saya kebetulan tinggal di pedesaan di daerah pegunungan.
Saya ingin sebagian/seluruh kebutuhan rumah saya dapat memanfaatkan energi matahari ini (solar sel), sekaligus bisa mengenalkan kepada masyarakat pedesaan. Siapa tahu RT/RW kami bisa berswadaya untuk membeli solar sel untuk lampu penerang jalan atau yang lainnya
Pertanyaan saya, Apa aja yang dibutuhkan dan cara untuk instalasi solar sel untuk skala rumah tangga?
Berapa biayanya? dan dimana saya bisa mendapatkan komponen tersebut? Bagaimana perawatannya dll….
Demikian….Afwan…jazakillah kairan katsiraan atas bantuanya
Juli 21, 2008 pukul 1:20 am |
Tolong dong kalau ada yang tahu tentang harga sel surya yang murah
Juli 21, 2008 pukul 3:30 pm |
Untuk temen2 yang mau mendapatkan solar cell bisa langsung hubungi kami genius international , di http://www.genius.co.id atau bisa juga kirim email ketbutuhan temen2 ke info@genius.co.id , ( wah maaf mas, adhi jadi promosi sedikit.. hehehe :p
Regard, -Edo-
Juli 22, 2008 pukul 4:23 am |
Pertanyaan saya
1. Berapa lama BEP dari sel surya
2. Dibanding dengan wind power, yang harganya 20 juta dengan kapasitas 2000 Watt maka BEP bisa dihitung, nah kalo sel surya ini apa bagaimana?
3. Saya bisa memasarkan untuk yang keperluan rumah, 1000-3000 Watt
Agustus 11, 2008 pukul 12:08 am |
saya berasal daerah terpencil minta daftar harga termurah sel surya untuk sekedar penerangan,segara balas or sms 081317964893
Agustus 27, 2008 pukul 11:57 am |
Assalamu’alaikum
Salam kenal pak adhi
Saya muharfiza, saya berkerja d BPTP Banten di bidang pertanian.
ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan ke bpk mengenai pemanfaatan solar cell. untk aplikasi solar cell dibutuhkan berapa besaran intensitas cahaya matahari? kemudian dapat kah bpk berikan gbr alur/bagan alir mulai dr penyerapan energi-storage-sampai dengan penggunaannya. maklum pak, sy belum begitu memahami mengenai hal ini.
Kemudian, apakah pak adhi pernah mendengar ttg bio gas dari kotoran ternak?? apakah bpk mempunyai referensi mengenai teknologinya? sy mau sharing pak. terima kasih atas atensi bpk.
Wassalamu’alaikum
Muharfiza
September 12, 2008 pukul 5:16 pm |
salam kenal pak adhi..
saya tertarik untuk memproduksi poli kristal ataupun mono krital silica. mengingat di tanah air terdapat banyak sekali pasir silika namun penggunaannya masih belum maksimal.
pertanyaan saya, apakah untuk mengkonversi silika dari alam menjadi poli/mono kristal memerlukan proses yg rumit? dan berapakah kira2 biaya investasi yg dibutuhkan..
terima kasih..
Oktober 31, 2008 pukul 10:28 am |
saya ingin menanyakan tentang harga sel surya saat ini… sekarang harga di pasaran berapa ya?
and dimana saya bisa mendaatkan harga yang miring?
terimah kasih banya.
November 30, 2008 pukul 8:53 pm |
hwahh senang mengetahui ada blog yang membahas detail tentang sel surya.
saya akan sering-sering mampir ke blog ini untuk mempelajari lebih dalam tentang teknologi ini..
kebetulan saya juga tertarik meneliti tentang pembangkit listrik tenaga surya, bedanya klo saya lebih fokus membahas tentang power konverternya, bagaimana cara membuat sel surya masih tetap dapat mentransfer energinya secara maksimum pada kondisi cahaya matahari yang kurang ..
lebih fokus ke elektronya, mengubah tegangan dc menjadi AC, memparalel dengan jala-jala dan sebagainya..
silahkan mampir juga ke blog kami di http://konversi.wordpress.com/.
jabat erat,
salam,
Januari 10, 2009 pukul 9:31 pm |
saya tertarik dengan pompa air arus searah / dc yang dikombinasikan dengan tenaga panel surya .
dimana saya bisa membelinya dan berapa harganya
juga kalo ada data spesifikasinya .
salam
KALISTIONO
Februari 1, 2009 pukul 1:28 am |
mas saya mo nanya klo bli surya cell yg ukuran 20X20 dmana yah. trus klo di daerah jawa timur dmana. atau mas jual gak. krena saya tertarik dengan energi ini kan kita negara tropis. saya mo ikutan kompetisi inovasi dan da sangkutpautnya dengan surya cell. tp saya blum tau bidang ini karena bru cuma ide. jadi blum ngerti bagaimana mengembankannya.
Maret 18, 2009 pukul 2:19 am |
Mas, nanya donk, rata – rata berapa lama matahari menyinari wilayah bandung? tugas akhir saya mengenai PLT Surya tapi saya bingung mencari informas tentang intensitas cahaya matahari.
Ada situsnya gak ?
sebelum dan sesudahnya terima kasih
April 8, 2009 pukul 11:05 am |
Mas mau ikut koknsul neh..
Pernah coba gabungkan antara PLTS dengan PLTB (Angin) ?
Bagaimana cara hybridanya jika keduanya dipakai untuk mengisi satu baterai? dan sekalian mas cara pengontrolannya jika baterai sudah penuh tapi kincir dan panel sel surya masih bekerja? Apa harus di disconnect dulu yang surya, tapi angin masih mengisi? Karena kta temen, angin dlm mengisi baterai itu sangat kecil. (Mau dipakai di komplek perumahan sendiri)
Terima Kasih banyak mas.
April 25, 2009 pukul 5:51 pm |
saudara yg budiman saya atas nama Arifin.sekarang saya sedang buat plts sederhana.yg mana kualitasnya tidak kalah buatan dari pabrik.jika anda berminat anda silakan hubungi saya.Ingat dengan modal yg relatif murah.bahkan dengan bahan limbah yg saya buat.hanya saya terhambat dengan satu bahan yg susah dicari di tempat saya.
April 30, 2009 pukul 12:44 pm |
sebelumnya aku mau ucapin makaseh banyak atas artikel panel surya ini, tapi bolehkan aku minta tolong…
aku sedang membuat sebuah observasi mengenai konversi energi surya menjadi energi listrik berbasis Microkontroler AT89S52 tapi aku kesulitan mengenai CARA KERJA & FUNGSI semua komponen yang berkaitan..
Tolong Jelasin Dong Cara kerja dari Komponen:
1. Panel Surya
2. Sensor LDR
3. Microkontroler AT89S52
4. Driver Motor
5. H-Brige
6. Inverter
7. IC
8. Baterai
Hubungan dari semua rangkaian diatas dalam menyerap energi surya menjadikan energi listrik gmna ya??
Kalo boleh nambah seh ak juga pengen tau struktur bahasa assembly, coz aku make bahasa asembly tuk softwarenya…
sesudahnya thanks banget, aku sangat menanti bantuannya, kalopun artikelnya dikirim via email kecini ja || bolang.group@yahoo.co.id ||
Juni 4, 2009 pukul 1:39 am |
Assalamualaikum
Lsg aja,sy dokter biasa ditugaskan ke pedalaman tanpa listrik,mohon info gimana cara menggunakan energi surya untuk menghidupkan laptop,tolong bnget,krn ditempat saya ada panel surya,tp bingung makainya ke laptop gimana ya,kl ada yg tau bls ke email sy
klinik.ot@gmail.com