Dari ajang 17th International Photovoltaic Science and Engineering Conference 2007 Fukuoka (Bagian 1)

Dari tanggal 2-7 Desember 2007, bertempat di Fukuoka, Jepang, perhelatan tahunan Int’l Photovoltaic Science and Engineering Conference ke 17 (PVSEC-17) telah diadakan. Konferensi yang telah berlangsung 17 kali ini sejatinya memang sebagai ajang tempat bertemunya para penggiat sel surya di penjuru dunia untuk saling bertukar informasi, berdiskusi, menebar relasi dan jaringan, menjalin kerjasama riset maupun perdagangan, serta pameran produk produk teknologi yang berkaitan dengan sel surya. Seri PVSEC merupakan ajang tahunan yang diadakan di benua Asia. Ajang tahunan yang serupa namun bertempat di benua Eropa ialah European Photovoltaic Science and Engineering Conference (EU PVSEC). Agaknya, keberadaan dua konferensi internsional ini ialah hendak mewadahi perkembangan teknologi sel surya yang sedemikian cepat.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, saya juga telah mengikuti konferensi besar ini pula di tahun 2005 di Shanghai, yakni kala PVSEC-15. Sejatinya PVSEC-16 diadakan pada tahun 2006 namun entah mengapa hal tersebut tidak pernah diadakan. Secara umum, tidak banyak yang berbeda dari konferensi di Shanghai. Konferensi yang banyak melibatkan delegasi dari seluruh dunia ini terdiri atas konferensi ilmiah dan pameran/eksebisi. Tentunya saya mengambil bahagian pada sesi konferensi terkait dengan aktifitas saya sebagai mahasiswa yang ingin mempresentasikan hasil penelitian di lab. Mengenai judul terbaru penelitian yang saya presentasikan, dapat dilihat di sini.

PVSEC-17 berlangsung di Fukuoka International Congress Center, dekat dengan pelabuhan Fukuoka dan pusat kota Hakata. Pendapat saya yang baru berkunjung pertama kali ke Jepang ialah, kota ini sangat bersih, dan cukup lengang jika dibandingkan dengan kota-kota di Korea yang cukup padat dan hiruk pikuk. Berudara cukup hangat meski sedikit berangin, suasanya cukup membuat betah bagi yang hendak sekaligus jalan jalan liburan. Sempat juga akhirnya saya bersilaturahim dengan Pak Budi Purnama, kandidat doktor dan dosen Fisika UNS Solo yang mengambil studi di Departemen Fisika Kyushu University, Fukuoka yang sama-sama kenal melalui mailing list Muhammadiyah Society maupun mailing list Muhammadiyah Korea–Jepang yang saya kelola pula.

ficc.jpg

fukuoka1.jpg

fukuoka-3.jpg

((Atas) Gedung Fukuoka International Congress Center tempat berlangsungnya PVSEC-17 dan (tengah dan bawah) suasana kesharian kota Fukuoka).

Opening Lecture atau kuliah umum atau orasi ilmiah yang paling menarik dari konferensi ini tidak banyak. Karena sejatinya dengan akses jurnal saja, kita dapat membaca dengan lebih utuh perkembangan teknologi sel surya. Hanya saja, ada beberapa hasil penelitian terkini yang diinformasikan melalui ajang kuliah umum ini oleh orang yang paling berpengaruh pada bidangnya.

Semisal kuliah umum tentang dye-sensitized solar cell oleh Dr. Michael Gratzel dari Swiss Federal Institute of Technology, sang penemu sel surya jenis ini di tahun 1991, dengan judul “Mesoscopic Solar Cells for the 21st Century”. Meski sempat mengikuti orasi ilmiah nya di tahun 2005, ternyata banyak sekali perkembangan terbaru dari sel surya ini, terutama dari kestabilan selnya melawan cuaca. Pun dengan adanya aplikasi dye-sensitized solar cell yang sudah merambah sisi estetika sebagai sebuah dekorasi gedung baik eksterior maupun interior, sudah mulai dipasarkan secara terbatas. Sayangnya, sejak 2005 lalu, belum ada peningkatan efisiensi dari sel surya jenis ini. Rekor efisiensi sel surya ini masih sekitar 11 %.

dr-gratzel.jpg

(Dr. Michael Gratzel tengah memaparkan perkembangan terkini Dye-sensitized Solar Cell.)

Orasi ilmiah yang sama menariknya dating dari Dr. Martin Green, peneliti terdepan dalam bidang sel surya silikon lapis tipis dari University of New South Wales Australia. Membawakan judul “Silicon-based Tandem Hot Carrier Cells” agaknya tim riset di laboratorium yang ia pimpin bergerak dalam bidang yang komprehensif guna memahami perilaku fisik hingga teknologi pembuatan sel surya silikon lapis tipis terbaru. Hal ini terlihat dari beberapa data mutakhir hasil penelitian tim risetnya yang melibatkan pekerjaan teori/modeling, hingga ekseprimen pembuatan sel surya. Atas kerja kerasnya pula Universitas New South Wales menjadi pelopor dalam bidang sel surya sekaligus menawarkan program studi S1-S3 khusus di bidang photovoltaic.

dr-green.jpg

(Dr. Martin Green dari UNSW Australia mempresentasikan hasil penelitian tim risetnya.)

Orasi ilmiah selanjutnya dibawakan oleh Hans Weber Schock dari Hanh-Meitner Institut, Berlin, Jerman mengenai perkembangan terkini sel surya lapis tipis Cu(In,Ga)Se2 yang merupakan induk dari bidang penelitian yang tengah saya tekuni. Mengikuti orasi ilmiah Dr.Schock sama persis dengan me-review publikasi-publikasi ilmiah dalam bidang sel surya ini. Sejatinya, informasi yang dibawakannya tidaklah baru. Apresiasi patut diberikan ketika beliau berbicara tentang kemungkinan standarisasi sel surya jenis ini ditinjau dari material penyusunnya, teknologi pembuatannya serta usaha produksi untuk skala besar. Cukup menarik pula ketika beliau memaparkan adanya kompetisi teknologi antara Eropa dan Amerika dalam meraih rekor efisiensi sel surya Cu(In,Ga)Se2. Untuk saat ini, rekor efisiensi sel surya Cu(In,Ga)Se­2 dipegang oleh National Renewable Energy Laboratory di bawah US Department of Energy, yakni sebesar 19.5%, tidak ada rekor efisiensi baru sejak 2005.

schock.jpg

(Dr. Schock memberikan penjelasan mengenai kondisi terbaru penelitian sel surya Cu(In,Ga)Se)

4 Comments

Filed under Blog

4 responses to “Dari ajang 17th International Photovoltaic Science and Engineering Conference 2007 Fukuoka (Bagian 1)

  1. it is wonderfull to me.. akhirnya saya dapat portal ttg info sel surya ayo semarakan propaganda antisipasi krisis energi tanah air dengan bertukar info ttg cara membangun usaha pembuatan industri fotovoltaic ..

  2. Rachmat Adhi Wibowo

    Salam Mas Henry…

    Trims..
    ini comment yang saya idam idamkan hahaha.

    Well, sbnrnya masih dalam taraf penyusunan, jika benar2 dapat saya jadikan sebuah portal sel surya, maka mudah2an itu langkah berikutnya.
    Mudah2an pula, dengan menginformasikan sel surya melalui blog, bnyk yg bisa memanfaatkan info2 dari blog sederhana ini.

    Trims kunjungannya,

  3. Septian Andra

    Sepertinya saya menemukan blog yang tepat.. Membaca pengalaman pak wibowo (atau pak rachmat yah), bapak sepertinya expert di bidang ini, kebetulan saya sedang menyiapkan makalah untuk seminar kerja praktek saya (sekarang semester 7 pak) sedang mengumpulkan bahan dan refrensi tentang Potovoltaic, sudilah kiranya bapak mengirimkan kumpulan jurnal bapak untuk saya pelajari dan sebagai bahan referensi, would you mind?🙂
    ada pertanyaan yang mengganjal pak, sebetulnya Bidang photovoltaic ini masuk kategori elektro atau kimia ya pak?, saya jurusan elektro instrumentasi, rencana mau ngelanjutin di bidang renewable energy ato langsung masuk ke sub Photovoltaic..
    cukup itu dulu pak, saya mau nglanjutin baca artikel2nya🙂

    wsslm, sukses selalu!!🙂

    • Adhi

      Photovoltaic itu relatif multidisiplin. Jadi jangan kaget kalau orang kimia, elektro, material, atau bahkan komputer mempelajari dan melakukan riset sel surya.
      Dan topik ini topik hot di dunia. So, selamat bergabung…🙂

      Salam
      ADHI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s