Pembuatan Sel Surya Silikon : Sang Primadona

Ketika trio Bell Laboratories, Chapin, Fuller dan Pearson, menemukan sebuah fenomena p-n­ junction yang dapat mengubah radiasi sinar matahari menjadi tenaga listrik pertama kalinya pada tahun 1954, material yang dipergunakan berupa silikon (Si). Sayangnya fenomena yang mereka sebut sebagai ‘photocell’ kala itu masih belum menarik banyak perhatian kalangan peneliti untuk dijadikan sebuah mata kajian serius. Dugaan penulis pribadi ialah karena saat itu booming penelitian dalam bidang fisika zat padat (solid state physics) atau zat mampat (condensed matter) tengah mewabah. Ditambah lagi dengan semakin terbukanya teknologi semikonduktor dan teknologi vakum membuka industrialisasi besar-besaran produk elektronika terutama untuk kalangan rumah tangga pada era 1950-1960-an.

Minimnya perhatian pada fenomena photocell berlangsung hingga hampir 20 tahun lamanya sampai meletusnya krisis minyak bumi selama pecahnya perang Arab-Israel di awal tahun 1970-an akibat embargo minyak oleh negara Arab terhadap dunia Barat.

Tersentaknya dunia atas krisis minyak tersebut berimbas pada kebijakan mencari sumber-sumber energi baru selain bersandar pada minyak bumi/energi fosil di mana ‘photocell’ menjadi salah satu sumber energi baru yang dilirik. Nama photocell yang kemudian berubah menjadi solar cell/sel surya dengan sangat cepat menjadi salah satu topik utama penelitian di bidang energi baru dan terbaharukan. Hal ini sangat jelas beralasan pada kemampuannya mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung dan mudah serta sangat menjanjikan. Yang sama pentingnya ialah, munculnya topik penelitian di bidang ini telah berhasil menyadarkan masyarakat pada masa itu bahwa energi matahari memiliki potensi yang selama ini belum teroptimalkan dalam memenuhi kebutuhan energi dunia.

Sel surya dengan berbahan baku silikon hingga saat ini masih merupakan jenis sel surya yang paling banyak diteliti, dikembangkan serta dipasarkan. Selain dilatarbelakangi oleh penemuan pertama sel surya, mapannya pengetahuan akan silikon, terbuktinya kehandalan silikon dalam aplikasi sel surya, dan jumlah cadangan silikon di perut bumi berupa pasir silica yang berlimpah menjadi beberapa bahan pertimbangan utama. Belum ditambah oleh dukungan infrastruktur industri semikonduktor yang memang mengambil material silikon sebagai bahan dasar utama produk elektronika yakni microchip atau microprocessor.

Mantapnya silikon sebagai sel surya yang paling banyak diproduksi patut berterima kasih pada dukungan industri semikonduktor tersebut. Pada masa-masa awal industrialisasi sel surya, silikon sebagai bahan dasar sel surya merupakan bahan buangan dari industri semikonduktor. Silikon yang tidak terpakai pada industri semikonduktor dikarenakan, misal, kadar kemurnian silikon yang rendah, dipakai pada industri sel surya yang memang tidak terlalu membutuhkan material silikon dengan kemurnian yang sangat tinggi. Baru pada beberapa tahun belakangan inilah beberapa pabrik pemurnian silikon mulai memproduksi bahan material silikon khusus untuk aplikasi sel surya dengan berkaca pada pesatnya produksi sel surya silikon di dunia saat itu, maupun proyeksi pemasaran sel surya di masa depan. Saat ini, sel surya jenis silikon menempati pangsa pasar sekitar 82-85% pasar sel surya dunia.

Sebagaimana disinggung di atas, sel surya pertama memanfaatkan p-n junction silikon, yang menjadi cara kerja fundamental sel surya jenis apapun. Silikon jenis p (p-type) disambung dengan silikon jenis n (n-type) menghasilkan sambunagn p-n. p-type ini maksudnya silikon dengan kelebian muatan positif (surplus hole) dan n-type merupakan material silikon berkelebihan muatan negatif (surplus elektron). Adanya sambungan p-n ini memungkinkan kedua muatan positif (hole) maupun negatif (elektron) dapat berpindah dan mengalir ke arah yang berlawanan. Jika kedua ujung sambungan p-n ini dihubungkan dengan sebuah rangkaian listrik, maka elektron dan hole dapat mengalir ke rangkaian. Sinar mataharilah (photon) yang menggerakkan elektron dan hole tersebut menuju rangkaian tadi. (Mekanisme sel surya ini disederhanakan demikian saja,  mekanisme sel surya yang lebih detail ditulis pada artikel Melihat prinsip kerja sel surya lebih dekat (Bagian Pertama). Gambar dibawah ini merupakan struktur komponen dasar sel surya pada umumnya. Penulis mendapatkannya pada link berikut.

solar-cell-description.jpg

Proses pembuatan sel surya silikon ini terbilang paling sederhana diantara semua jenis sel surya. Meski merupakan sebuah proses dalam dunia semikonduktor yang identik dengan proses high-tech, namun jika mencermati proses pembuatan sel surya secara lebih detil, kesan tersebut berangsur-angsur hilang. Penulis kebetulan pernah mengunjungi sebuah pabrik –tepatnya sebuah industri kecil-menengah- yang memproduksi sel surya di sebuah kota industri di Korea Selatan; dari pembuatan silikon n type hingga enkapsulasi sel surya yang siap dijual. Tidak terlampau rumit mengerjakannya, meski perlu disadari bahwa industri ini membutuhkan investasi yang tidak kecil.

Tahapan umum pembuatan sel surya silikon :

1. Pemesanan dan spesifikasi silikon wafer yang dibutuhkan.

Pembuatan sel surya silikon ini bermula dari pemesanan silikon khusus untuk aplikasi sel surya yang dikenal sebagai “Cz-Si wafers (Czochralski Silicon wafers) di mana Cz merupakan proses utama pembuatan silikon wafer dari bijih silikon. Yang disebut dengan khusus ialah silikon wafer ini telah dimodifikasi menjadi silikon p-type dari pabrikan. Silikon wafer untuk sel surya ini berbentuk bujur sangkar dengan sudut yang diratakan, sebagaimana ditunjukkan pada di bawah. Dimensi silikon wafer ini ialah 10-15 cm dengan ketebalan antara 200-350 micron (0.2-0.35 mm).

solar-cell.jpg

1-copy.jpg

2. Pembersihan permukaan silikon wafer.

Silikon wafer yang dipesan ini memiliki tipikal permukaan yang sangat kasar akibat pemotongan atau pengerjaan selama di pabrik pembuatan wafer. Untuk itu, permukaan silikon di etch (dikikis) dengan menggunakan larutan asam atau basa. Cukup dengan merendam silikon wafer ke dalam larutan tersebut, maka permukaan silikon wafer kira-kira sedalam 10 mikron akan terkikis secara merata.

2.jpg

3. Teksturisasi permukaan silikon wafer.

Agar silikon wafer yang dipergunakan dapat secara optimal menyerap sinar matahari, pada umumnya permukaan silikon diberi perlakuan khusus berupa teksturisasi dengan menggunakan larutan basa NaOH atau KOH dengan konsentrasi, temperatur maupun lama perlakuan tertentu. Dengan mencelupkan wafer ke dalam laruan tersebut, permukaan silikon menjadi kasar dengan tekstur menyerupai piramida. Tekstur wafer seperti piramida ini dapat mengurangi pemantulan sinar matahri yang dating serta meningkatkan penyerapan sinar matahari oleh permukaan wafer.

3.jpg

4. Difusi fosfor dan pembuatan lapisan n-type silikon.

Fosfor dikenal luas sebagai elemen tambahan (dopant) untuk membuat semikonduktor silikon berjenis n atau silikon n-type. Setelah proses teksturisasi, silikon wafer ini dimasukkan ke dalam dapur pemanas bertemperatur tinggi yang dilengkapi dengan larutan POCl3 sebagai sumber fosfor. Dengan meniupkan gas inert nitrogen ke dalam larutan, maka uap fosfor akan keluar dan dapat dialirkan ke dalam dapur. Suhu di dalam furnace dijaga sekitar 900-9500C sehingga uap fosfor tersebut dapat berdifusi masuk ke dalam silikon melalui sisi sisi permukaannya. Proses difusi biasanya dihentikan setelah 10-15 menit hinga terbentuknya lapisan silikon n-type di permukaan silikon dengan ketebalan lapisan sekitar 10-20 micron. Lapisan n-type ini berfungsi sebagai pelengkap sambungan p-n pada struktur sel surya dan lapisan konduktif yang mengalirkan elektron ke rangkaian listrik.

4.jpg

5. Penghilangan lapisan silikon n-type pada bagian sisi wafer.

Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4, lapisan silikon n-type terdapat pula di bagian sisi wafer yang bila ini terjadi maka ia dapat menghubungkan dua permukaan wafer. Untuk itu lapisan silikon n-type di sisi wafer perlu dihilangkan dengan memotong lapisan tersebut atau yang lebih presisi ialah dengan menggunakan plasma yang mengikis habis lapisan silikon n-type ini.

5.jpg

6. Pembuatan lapisan anti-refleksi.

Selain teksturisasi untuk memaksimumkan penyerapan sinar matahari, maka penggunaan lapisan anti-refleksi (anti-reflection coating/ARC) di atas lapisan silikon n-type. Lapisan ARC ini merupakan lapisan transparan/tembus cahaya yang dapat meneruskan sinar matahari yang jatuh di permukaan wafer namun tidak memantulkannya. Indeks refraksi lapisan ARC yang besar ini-lah yang menyebabkan ia tidak memantulkan sinar matahari. Material untuk ARC ini biasanya ialah TiO2 /titanium dioksida atau Magnesium Fluorida (MgF2). Teknik pembuatannya dapat memanfaatkan teknik penguapan kimia (chemical vapor deposition/CVD) yang mereaksikan uap senyawaan titanium atau magnesium organik yang dicampur dengan uap air pada suhu yang relatif rendah yakni 2000C.

6.jpg

7. Metalisasi.

Agar dapat dihubungkan dengan kabel, silikon diberi lapisan metal yang konduktif sehingga dapat mengalirkan elektron/hole dari sel surya. Logam yang cocok untuk bertuas sebagai konduktor ini ialah Ag (perak). Ia memiliki sifat konduktifitas yang tinggi, memiliki daya rekat ke silikon wafer yang sangat baik serta berdaya tahan tinggi. Perak yang dipasang di silikon wafer sangat tipis dan pemasangannya menggunakan metode screen printing. Pasta larutan perak dioleskan di atas sebuah pola dengan bagian bagin tertentu yang memungkinkan pasta larutan perak mengisi permukaan wafer. Setelah selesai dioleskan di atas wafer, dengan pemanasan dan pengeringan 100-2000C, pasta akan mengering. Proses metalisasi ini dikerjakan pula di bagian belakang silikon wafer.

7.jpg

8.jpg

8. Pemanasan (co-firing).

Pemanasan pada suhu yang tinggi diperlukan untuk memantapkan lapisan metal konduktif karena masih terdapatnya residu/bahan bahan sisa organik selama pengeringan pada suhu rendah. Pada pemasan yang lebih tinggi, perak sebagai komponen konduktif menjadi semakin padat dan mampu mempenetrasi lapisan ARC dan akhirnya menyentuh lapisan silikon n-type tanpa merusak lapisan ARC sendiri. HIngga tahap ini, komponen sel surya sudah secara utuh terbuat.

9.jpg

9. Pengujian dan pemilihan sel.

Ini ialah tahap akhir dari pembuatan sel surya yakni menguji sel dan memeriksa efisiensi sel maupun akititas quality control lainnya.

10. Enkapsulasi dan pembuatan modul sel.

Sebagaimana disebutkan di awal, sel surya hanya berukuran 10×10 atau 15×15 cm. Agar sel dapat dipergunakan, dan menghasilkan daya yang bias dipasarkan, sel dirangkai menjadi sebuah modul yang lebih besar dan tersusun atas 20-30 sel. Dalam tahap ini, proses enkapsulasi modul dengan kaca/plastik dan pemasangan frame aluminum dikerjakan hingga siap untuk dipakai (lihat gambar modul surya di bawah). Tanpa enkapsulasi yang berfungsi pula sebagai pelindung sel surya terhadap lingkungan luar, sel atau modul tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

solar_panel.jpg

Sebagai penutup. Tulisan ini salah satunya saya tujukan untuk mengetahui secara umum bagaimana proses pembuatan sel surya jenis silikon yang paling banyak dijual di pasaran. Dan juga, atas banyaknya pertanyaan seputar bagaimana investasi untuk membuat sel surya silikon sendiri di Indonesia. Diharapkan, ada semacam gambaran umum mengenai kerumitan -atau justru kesederhanaan- proses pembuatan sel surya silikon sehingga menjawab pertanyaan apakah sel surya silikon dapat diproduksi sendiri di Indonesia, sebuah respon terhadap berita di Kompas yang penulis kutip di Blog ini.

About these ads

59 Comments

Filed under Pembuatan sel surya

59 responses to “Pembuatan Sel Surya Silikon : Sang Primadona

  1. berapa harganya sel surya? di mana saya bisa memesan?

    Balasan

    Salam Mas Alex…
    Coba cari di http://www.indonetwork.net
    Beberapa sel surya dijual di Glodok kalau tidak salah menruut website tsb…
    Harga sel surya lengkap dengan peralatan penunjangnya ialah sekitar Rp. 5 Juta/100 Watt. Itu harga internasional.. dan belum ada subsidi.

  2. bagus setyawan

    bagaimana caranya saya bisa mendapatkan alat tersebut?
    berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk skala rumah tangga?

    Balasan :

    Salam Pak Bagus.
    alat yang bapak maksudkan itu alat sel suryanya atau alat untuk membuat sel suryanya?

    Jika sel surya, bisa didapatkan pada link di komentar sebelumnya.
    Untuk rumah tangga, sel surya itu seharga Rp 80 ribu/Watt.
    Maka untuk rumah dengan daya 900 Watt, perlu dana sekitar Rp. 72 Juta.
    Itu sudah lengkap dengan segala komponen pendukungnya, semisal baterei, kabel2, pemasangan dll.
    Bisa lebih jelas dilihar di Link sini.

    Jika alat pembuat sel surya, wah… itu sama dengan mendirikan sebuah pabrik Pak.

  3. incha

    saya masih anak sma, tapi, saya prihatin dg sumber daya energi yang semakin lama ssemakin habis….
    tak liat, kok sepertinya mahal bangetz u/ konsumsi masyarakat kita yang secara kasat mata merupakan orang miskin…
    apakkah mungkin panel sel surya didapatkan dengan harga yang lebih murah dari itu????
    cz saya pernah liat di metro tv bahwa, masyarakat jogjakarta yang notabene merupakan daerah terpencil, telah menggunakan sel surya..
    please, give me the best answer… OK..
    thx ta artikel ni telah dimuat

    Balasan

    Salam sejahtera Incha… :-)

    Panel surya bisa didapatkan dengan murah dengan catatan panel surya juga mendapat subsidi, atau konsumen panel surya mendapat kemudahan untuk dapat membelinya (kredit dsb). Di negara2 yg telah memasarkan panel surya sebagai alternatif energi, banyak sekali kemudahan yang diberikan pemeritahnya untuk warganya yang hendak membeli panel surya. Harga panel surya memang mahal di Indonesia karena proses pembuatannya yang memakan biaya cukup besar dan tidak adanya subsidi pada aspek energi alternatif.

    Di Jogja dan bbrp daerah di Indonesia memang sudah ada yang memakai panel surya. Hanya saja, pemakaian panel surya tsb merupakan sebuah program bantuan pemerintah untuk desa2 atau daerah2 yang terisolir jaringan listrik PLN. Karena masyarakat terpencil tsb sangat tidak mungkin membeli panel surya yang harganya selangit untuk uikuran kita.

    Ya kita doakan semoga ada jalan untuk memasyarakatkan panel surya.

  4. andy

    saya mau nanya nih:
    1.Bagaimana rangkaian dari panel surya hingga menjadi listrik yang siap di gunakan?
    2.Bgaimana cara menghitung besarnya watt yang dikeluarkan panel surya?
    3.Bisa gak membuat panel surya sendiri dari bahan-bahan yang ada d sekitar kita?
    4.Bagaimana supaya panel surya tahan terhadap perubahan cuaca?
    5.Dalam waktu pemanasan 1 hari bisa digunakan berapa jam jika memakai 7 lampu 5 watt?
    Makasih ats jwbnya.
    Andy di SUMBAR.

    Salam Mas Andy
    1. Sel surya butuh baterei, DC/AC converter (sel surya menghasilkan listrik DC perlu diubah ke AC), dan kontrol untuk mengatur beberapa keluaran daya.
    2. Menghitungnya agak rumit krn itu berkaitan dengan hasil sel surya yg diproduksi oleh pabrikan. Kita mgkn bisa mengukur dan bukan menghitung. Persoalannya, mengukurnya ini perlu alat khusus dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Jadi, saran saya, tinggal pakai saja menurut manual-nya.
    3. Tidak bisa. Sel surya itu ibarat komputer. Kita di Indonesia hanya bisa “merakit”nya, namun tidak bisa membuatnya. Bahan=bahan di sekitar kita tidak bsia kita ubah menjadi bahan sel surya karena teknologi dan dananya tidak kita miliki. :-)
    4.Sel surya sudah didesain untuk tahan cuaca. Dari hujan, panas maupun salju. Enkapsulasi sel surya sudah didesain untuk hal tsb.
    5. 7 lampu dengan 5 watt, berarti 35 Watt. Sel surya akan menyerap sinar matahari dan menyimpannya di dalam baterei. Nah, baterei ini yang akan menyalakan lampu di malam hari selama 5-6 jam. Jadi, berhubung sel surya hanya dapat digunakan siang hari, dan lampu hanya dapat digunakan ketika sel surya tidak beroperasi, maka baterei di sini sangat penting, mutlak.
    Begitu kira2 respon saya .

    • Radhita

      Saya mau menanggapi pertanyaan no.3 ni..
      Untuk membuat panel surya memang mahal, bagaimana jika kita membuat PLTU, dimana uapnya diambil dari pemanasan radiasi surya, seperti percobaan kelas 4/5 SD dulu. tapi kita buat skalanya lebih besar.
      ini sudah dilakukan di Seville, Spanyol.
      Peoyek ini tidak membutuhkan teknologi tinggi, jadi siapa saja bisa membuatnya,,
      NB: selengkapnya bisa dibaca di buku : AL GORE, OUR CHOISE Young Readers Edition, Melcher media.
      Semoga Bermanfaat. Selamat Bekerja..!!

      • Adhi

        Semua opsi selalu ada….. yang ga ada ialah orang2 yang meninvestasikan modalnya untuk beginian…. “cuma” itu aja… :-)

  5. Untuk pertanyaan dari andy yang no 2, mungkin dengan mengkarakteristik sel surya itu sendiri. Dengan mengukur dari arus dan tegangan keluarannya, sehingga diperoleh daya keluarannya. Karakteristiknya dengan karakteristik I-V (kurva arus terhadap V) lalu tentukan luasan yang terbesarnya. Itulah daya keluaran dari sel surya itu. Dan untuk yang no 3, untuk sel surya mungkin tidak dapat dibuat dari bahan2 yang ada di sekitar kita, yang saya tau untuk bahannya sendiri sampai sekarang tidak jauh dari silikon. Mungkin ada yang lain tapi efisiensinya kurang dari sel surya yang dihasilkan dari bahan silikon.

    Sekarang saya mu nanya y:
    1. Bahan Sel surya yang digunakan ini kan dari silikon, jenis dari silikonnya itu sendiri apa? (kristal atau amorf)
    2. Menurut anda kenapa pabrik2 lebih banyak mengeluarkan sel surya yang sudah dalam bentuk panel yang ukurannya itu di atas 25×25 cm?apa yang ukuran di bawah itu tidak terlalu bermanfaat? (ini untuk pemasokan di Bandung, kemaren saya cari2 sel surya yang ukurannnya di bawah itu bener2 susah bahkan tidak ada)

  6. Faisal

    Kenapa sel surya ga dibuat seperti termoelektrik,karena adanya perbedaan panas antara 2 logam bisa menghasilkan listrik,jadi ga usah terpaku pada silikon sebagai pembuatnya

    Salam Mas Faisal.
    Terima kashi kunjungannya. Baik sekali informasinya.

    Seingat saya, thermoelektrik ini lebih terfokus pada aplikasi semacam thermocouple untuk mengukur perbedaan panas. Hal ini maklum, krn thermoelectric tidak hanya merubah panas menjadi listrik, namun juga sebaliknya, listrik yg diubah menjadi panas.
    Mengapa potensi thermoelectric tidak diaplikasikan untuk membangkitkan (energi) listrik?
    Hal ini mengingat efisiensinya. Panas yang diperoleh dari sinar matahari tidak cukup untuk membangkitkan listrik setara dengan sel surya komersil saat ini. Kemudian, thermoelectric saat ini juga mengandalkan semikonduktor krn efsiiensi konversi panas-listriknya jauh lebih bagus ketimbang dengan menggunakan logam. Jadi ya sama saja dengan sel surya yang mengandalkan semikonduktor (silikon).

    Berbeda dengan sel surya, sel surya tidak mengandalkan panas matahari, namun cahaya mataharinya. Jadi di pelosok bumi yang bermandikan cahaya matahari, hampir bisa memanfaatkan sel surya. Mgkn nantinya agak sulit jika thermoelectric diaplikasikan sebagai sumber listrik krn sumber panasnya (matahari) sendiri tidak cukup untuk menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan secara praktis.

    Mungkin itu pertimbangan saya.

    Salam
    ADHI

  7. e=mc2

    Sungguh menyedihkan memeng negeri ini …..para petinggi negara sibuk dg korupsinya dan para peneliti tidak kelihatan hasil karyanya , sementara rakyat kecil menjerit dg kenaikan harga2 yang dipicu akibat naiknya bbm fosil.Pemerintah mengkonversi minyak tanah ke gas tapi gas juga naik dan menghilang dipasaran negeri macam apa ini ,para petinggi negeri ini tak sedikitpun peduli pd rakyatnya.Apakah para petinggi negeri ini tdk takut dg sumpahnya????????.
    Saya adalah orang kecil tapi saya punya bbrp percobaan a/l.
    1.Minyak tanah 100 cc campur air dan asap kenderaan dididihkan dan uapnya bisa dibakar hingga 1,5 jam dg api warna biru ,asap kembali menjadi air dan ketinggian api sekitar 5 CM atau 1/2 dari api kompor gas menyala normal.
    2.Gas HHO sudah lebih 6 bulan aku pakai sebagai penghemat bbm di motorku.
    3.Ada sebuah cairan (pasta) yang mengandung teganagn + sekitar 0,65 V s/d 0,8 V cairan ini dalam jumlah banyak maupun sedikit tegangannya sama.Teganagn dapat diukur bila diletakkan pada lempengan logam dimana cairan tsb adalah + dan logam sebagai negativ.Awalnya saya tak pecaya shg saya coba membuat 4 bh serial dan hasilnya saya dapat tegangan 2,8 Volt.Saya coba mengukur tahannya sekitar 500 Ohm sehingga arusnya memang sangat kecil yaitu 0.65/500 = 1,3 mA. anehnya cairan ini bila diukur dengan tegangan AC juga bisa.Hanya yang jadi pertanyaan saya adalah bila tegangan/arusnya drop apakah bisa di Re-charge.
    Hasil uji coba saya yang 1 dan 3 terpaksa saya simpan dulu karena keterbatasan biaya.

    • Radhita

      “Minyak tanah 100 cc campur air dan asap kenderaan dididihkan”
      Bolehkah saya tau berapa perbandingannya dan bagaimana proses jelasnya? Terima kasih

  8. khusnul

    mas gimana untuk harga solarcel itu sendiri yg sangat mahal

  9. Ali

    Infomarsi : apabila anda tertarik untuk membeli solar cell anda dpt mengecek di web site http://www.tmmbattery.com
    Trims

  10. nungky

    bagaimana carany pembuatan surya cell?
    tunjukkan cara2 pembuatannya bila membuat sendiri?

  11. Pingback: Sel surya « Pendidikan Teknik Elektro UPI

  12. Yudy

    http://www.tmmbattery.com
    mantap mas ali, pelayanan tmmbattery mantap and productnya juga memuaskan, solarcellnya bagus and terjangkau tuh, sayang kalo eceran diskonnya kurang T_T.
    thx berat.

  13. rexson tambunan

    mas…. komponen cel-surya, jika digunakan secara terus menerus berapa lama efektif, apakah bahan silikon ini un limited operation.

    Silikonnya sih tahan hingga 20 tahun Mas. Namun dalam bbrp tahun kira2 4-5 tahun sekali ada komponen yang perlu diganti semisal baterei.
    Mengenai komponen2nya yang perlu diganti, silakan mas baca di http://energisurya.wordpress.com/2007/12/24/menakar-harga-sel-surya/

    Terima kasih atas kunjungannya.
    Salam
    ADHI

  14. artcrime

    kebetulan saya sedang mendesain dan membuat travel backpack dilengkapi sebuah charger tenaga matahari untuk tugas kuliah saya di desain produk…

    pertamanya saya membeli sebuah produk jadi solar cell buatan SILVA (produsen equipment outdoor) seharga 750rb…
    tapi setelah dipikir2 lagi kok kemahalan ya? nanti tasnya mau dijualnya berapa..? selain itu produk SILVA tersebut cuma bisa nge-charge unit baterai AA, gak bisa buat hape, gps, dan gagdet2 outdoor & travel lainnya…

    kemudian saya melakukan survey2 lagi di Bandung, dan ketemulah sebuah modul solar cell yang aslinya digunakan untuk kalkulator seharga 5000 rupiah saja sekepingnya.
    Hmm… Saya pun tertarik untuk mengutak-atik dan mengcustomize bentuk panel solar cell untuk tas saya dengan cara merangkai2 dan menempel2 solar cell kecil2 milik kalkulator tersebut ke selembar akrilik.
    Daaannn… dengan kemampuan yang sama bahkan lebih dari produk buatan SILVA tersebut yang harganya 750rb… Saya berhasil membuat 1 unit solar cell dengan total biaya 315ribu saja (200rb untuk 40 keping solar cell, sisanya untuk pembuatan casingnya)…

    Mungkin teman2 disini bisa juga secara individu mengkreasikannya dan membuat solar cell semakin populer, dan menarik minat sebuah industri di Indonesia untuk memproduksi solar cell secara massal sehingga harganya bisa semakin ditekan…

    Oh iya, buat panduan bagi yang ingin merangkai solar cell “kalkulator” tersebut, ini data output tiap kepingnya: 2.4V dan 10mA, kalau mau menaikan tegangannya dirangkai seri, dan kalau mau menaikan arusnya dirangkai paralel
    Untuk membuat charger sederhana untuk 4 buah batre dibutuhkan 40 keping dan dirangkai secara paralel terpisah 20-20, kemudian barulah 2 rangkaian paralel tersebut disambung secara seri. Sedangkan batrenya dipasang secara seri terpisah 2-2 baru kemudian disambung secara paralel ke solar cell tsb…

    Oh ya btw, gw pernah liat solar cell yang elastis, kayak plastik laminating setebel 3mm, jadi bisa kelipet2, gak kayak solar cell selama ini… Kalau ada yang pernah liat dan tau bisa didapetin dimana contact me ya artcrime.antisocial@yahoo.com tq

  15. luki

    mas artcrime,

    boleh tau dimana saya bisa beli solar cell di area Bandung tsb?

    trims,
    luki

  16. artcrime

    mas, saya mau tanya, kalau mendapatkan modul seperti yang ada di gambar di no 1 itu dimana ya di Indonesia, atau Bandung?
    ukurannya kira-kira 15X15cm dan belum dirakit…
    karena kebanyakan yang saya temukan di bandung, modul tersebut sudah dirakit menjadi satu dan siap pakai, sedangkan saya butuh lempengan modul mentahnya untuk keperluan kuliah saya…
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Salam Mas Artcrime..
    Memang sel surya yang seukuran 15×15 cm itu sebanarnya tidak dijual bebas.
    Biasanya hanya display dari pabrik yang bersangkutan.
    Sulit menemukannya di Indonesia, saya punya sel tsb dan itupun atas pemberian sebuah pabrik sel surya untuk sebuah contoh.

    Selamat bekerja..:-)

  17. saya mohon penjelasan tentang solar sel charger untuk telepon seluler, saya juga ingin tahu gambar rangkaian dari awal sampai akhir, mohon di balas.

  18. artcrime

    @mbak anita
    coba aja beli tempo yang keluaran sekarang (setelah tanggal post ini), mudah2an udah ada liputan tentang produk saya pas pameran desain produk di itb kemarin, soalnya disitu sudah saya jelaskan panjang lebar mengenai hampir semua detailnya.
    tapi mudah2an loh, soalnya saya juga gak tau itu buat diterbitin kapan…

    @mas adhi
    maaf ya mas saya ngebalesnya di sini, soalnya mbak anita gak menyertakan emailnya

    tq

  19. Salam sejahtera mas,
    Aku mau nanya,
    Seandainya sel suryanya dipasang di atap rumah(di atas rumah),
    1. arah sel surya yang paling baik ke arah mana?? Apkah menghadap ke arah utara, selatan, barat, atau timur…?
    2.Total luasan sel surya yang dibutuhkan berapa?
    3.Perlu power house atau nggak??
    4.Penyebaran listriknya gimana???
    5.Kalau untuk wilayah Surabaya, pemakaiannya bisa nggak spanjang tahun??
    6.Kan jarak matahari berubah-ubah, trus efek ruangan yang di atasnya ada sel surya gimana??
    7. Apkah ada lapisan yang kita letakkan di bawah sel surya itu sehingga dia bisa terpasang di atas?
    8. biayanya gmana Mas??
    9. trus ada warna apa aja selain biru??
    10.berapa ukuran & ketebalannya??
    mohon dibalas ya Mas….
    Trima kasih…

  20. Maaf saya mau ngasih info ni siapa tau bisa di jadikan percobaan sebenarnya kita bisa membuat sel surya denga barang elektronik bekas walaupun caranya aga susah seperti yang di pake mas dari bandung tadi tapi kalo saya pake transistor bekas yang dirangkai untuk menghasilkan listrik caranya kita bisa pake transistor 2N3055 atau MJ2955 atau sejenisnya .
    Karna saya udah pernah mencoba bisa menghasilkan energi listrik .
    Utuk caranya kita harus menbuka tutup transistor tersebut karena terbuat dari logam sehingga bisa di buka ,walaupun agak susah ,karna transistor tersebut merupakan jenis pnp dan npn seperti pada panel surya .
    Semoga berguna

  21. subakir

    salam sejahtera mas. saya suka dengan teknologi terutama yang bisa dibuat secara murah dan berguna.saya pernah baca di majalah tentang pemanfaatan energi matahari dengan menggunakan cermin lengkung untuk mengumpulkan panas. dan panas tersebut digunakan untuk memanaskan air dalam pipa, kemudian jika air jadi uap maka uap bisa untuk memutar turbin selanjutnya jadi energi gerak untuk memutar generator.mas bisa terangin lagi lebih detail

  22. Mas Adhi,saya kmrn br dpt itung2 an shs(solar home system) ukrn 500 w saja hmpr 43 jt, gmn klo kta kroyo kan assembling plts mrh ya range 2 atw 3 jt an gitu

  23. suhadma

    artikelnya bagus,dengan ini anda memberi pemahaman yang cukup untuk saya
    “terimakasih”

  24. junet

    saya berada di jakarta,kebetulan saudara saya yang berada di riau lagi membutuhkan solar cell,dimanaya saya bisa membelinya,(hanya solar cell nya saja)thx

  25. Setelah nonton DVD berjudul “HOME”, mata hati dan pikiran saya betul-betul terbuka bahwa sudah sangat mendesak untuk menggunakan energi alternatif selain bahan bakar fosil. Waktu yang kita (penduduk bumi) miliki tidak lebih dari 10 tahun kedepan untuk segera memperbaiki lingkungan sebelum semuanya terlambat.

    Penggunaan bahan bakar dari perut bumi, akan mengakibatkan kerusakan beruntun dilingkungan. Mulai mencairnya es di kutub, sampai bencana kekeringan dan kelaparan di seluruh dunia.

    Energi alternatif yang disinggung di film tersebut antara lain energi angin, ombak dan tentu saja energi matahari. Disamping tanpa polusi, energi yang diambil tanpa merusak bumi, diyakini akan lebih dapat menjaga lingkungan hidup kita bersama.

  26. deo

    salam…
    mas,. saya lagi ada proyek pengadaan panel solar ukuran 60 X 40 cm.
    output yg dihasilkan brp..!?
    harga kira2 brp,. yg penting keluar DC 12volt aja dah cukup.
    saya perlu sekitar 40 unit.
    trims..

  27. Rizky Ismail

    Saya sangat senang akan adanya web yang ini karena akan pengetahuan kita dapat maju menuju globalisasi

  28. arief

    saya sangat senang akan adanya web ini karena pengetahuan kita dapat membuat desain yang nilainya sangat tinggi

  29. Marzuni

    saya tertarik dengan solar cell, daya tahandan daya simpan sollar cell berapa lama ya

  30. iskandar

    saat ini samsung sudah memproduksi hp murah dengan tenaga hybird listrik & panel surya (kayak kalkulator), kenyataannya hp itu bahkan hanya seharga 425rb aja.
    saya sudah beli & sangat puas dengan hasilnya.
    walaupun dipermudah oleh pabrikan besar, saya sendiri penasaran ingin tahu cara yang mudah membuat panel surya.
    kalau ada yang tahu, mohon diposting.
    thanks

  31. daniel

    maaf untuk harga kayknya salah hitung ya, kalau harga Rp80ribu/watt berarti untuk daya 900watt 900 x Rp 80ribu sama dengan 7200000, bukan 72juta mahal sekali, saya pasang yang 1000watt, dengan 2 cell surya 50wp ja 18juta, trim

  32. dedi

    bang gimana cara bikin solar sel yang sederhana saya pemula bang

  33. riko

    benar dong pak……..80.000 x 900 = 72.000.000. mahal sekali ya

  34. tika

    saya ingin buat maket berbentuk miniatur tentang solar energi mohon bantuannya, dari mulai alat dan bahan yang di butuhkan sampai kpd cara pembuatannya, kirim saja ke email saya
    tieca_yuk@yahoo.co.id
    terima kasih atas kerjasamanya!

  35. mas, bagaimana bikin solar sel dari barang2 bekas yg ada d skitar kita?

  36. Pingback: mke energi surya « 4frizon's Blog

  37. plazma kiralama lcd kiralama projeksiyon kiralama ses sitemleri kiralama

  38. Pingback: 2010 in review « ..: Sel Surya-Teknologi pemanfaatan energi terbaharukan :..

  39. asnawi sabrawi

    saya pernah baca di internet dari luar negeri yg menawar
    kan modul- modul solar cell dng harga agak miring ,transaksi melalui on line ,apa aman nggak dng cara beli seperti itu.lalu di indonesia apa ada yg jual khusus alat charger batere yang baik hingga batere /aki bisa awet.

    • Adhi

      Transaksi online cukup aman. namun jika di lakukan di Indonesia, musti meperhitungkan keamanan cibernya. hati2 dalam menyimpan data2 keuangan via internet.

  40. asnawi sabrawi

    sdh pernahkah dicoba utk menaikkan effisiensi solar cell
    dng cara menambah intensitas cahaya melalui refleksi parabola atau sejenisnya.pernah juga saya baca utk menaikkan effisiensi solarcell dng design p-n junction bertingkat akan didapat effisiensi sampai 40%,sementara saat ini effisiensi komersial paling tinggi 15 – 20 %.

    • Adhi

      tepa sekali.
      ya, salah satu cara meningkatkan efisiensi ialah dengan konsentrator parabole.
      Sudah menjadi cara jamak koq.

      Salam
      ADHI

  41. 1 sel (silikon) bisa menghasilkan berapa watt ????

  42. dwi

    tau rumus daya yang dihasilkan panel surya gk.?

  43. Bernadus B. Bk. Adam

    Mas Alex,

    Saya tertarik banget dengan artiket Mas, dan beberapa hari yang lalu di TV diulas tentang go green place and hotel di USA. Semuanya juga telah meng investasikan modalnya ke pembangkit listrik tenaga surya yang nota bene bebas polusi, gratis dan mudah perawatannya. Cuma sayang di Indonesia baru sebagian kecil orang yang pakai karena mahalnya investasi yang akan dipakai dan tidak adanya subsidi dari pemerintah (subsidinya lebih banyak untuk bank yang kolaps dan birokrat korup). Disamping itu juga pembangunan real estate apakah sebaiknya developer juga memberikan pembangkit listrik tenaga surya di tiap-tiap unitnya mulai dari rumah diatas 500jutaan rupiah. Jadi pemerintah tidak lagi dibebani untuk pembuatan pembangkit listrik baru. Dan subsidinya diberikan untuk industri yang mengembangkan pembuatan panel surya. Jangan cuma cuma internet saja yang untuk rakyat tetapi energi gratis untuk rakyat. Salam

  44. Andreas Andi S

    Apresiasi sekali untuk tulisannya Mas,
    salam kenal saya Andreas Andi S. – tek. Mesin Brawijaya – Malang.
    saya masih studi S1, sekarang saya mendapat kesempatan untuk menjadi asisten Lab. Tenaga surya dan energi alternatif. (Wind turbin, kincir air.dsb)
    saya akan pelajari lebih lanjut, mohon info juga kalau ada tulisan Mas Adhi yg lain yang dapat juga membantu perkembangan kami.
    email saya : andreas_andi_s@yahoo.com

    salam~

  45. tempat pembelian silikon tipe p dan tipe n
    kalo ada hubungi 081944111835
    trim sebelumnya

  46. Saya ingin mengutip isi blog anda pada halaman ini ke dalam blog saya. Trims

  47. trima kasih info ini, saya penggemar penelitian ingin mencoba membuat bahan baku solar sel untuk kebutuahan rumah tangga.

  48. Pingback: Pembuatan Sell Surya Silikon - Ceriwis - Indonesian Community

  49. sptnya mahal bgt, seandenya terjangjangkau ato lbh mutah dr biaya pemesanan ke pln mungkin byk konsumen yg beli

  50. Bagaimana proses perubahan energi yang terjadi pada sel surya hingga mampu menyalakan lampu ?

  51. Admiring the persistence you put into your site and detailed information
    you offer. It’s great to come across a blog every once in a while that isn’t the same out of date rehashed information.

    Wonderful read! I’ve saved your site and I’m including
    your RSS feeds to my Google account.

  52. Pingback: Pembuatan Sel Surya Silikon : Sang Primadona | electricalengineeringmhe

  53. assalamu’alaikum.. bagaimana dengan prinsip kerja energi sel surya pada lampu jalan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s